Legenda MU Tuding Jose Mourinho Belum Temukan Komposisi Terbaik

Performa Manchester United di musim 2018/19 terbilang kurang memuaskan. Figur manajer Jose Mourinho pun di bawah sorotan suryakanta bukan hanya oleh fans, tapi juga beberapa legenda klub. Satu yang belakangan cukup vokal mengkritisi Mourinho adalah Paul Ince. Eks gelandang Manchester United itu menuding Jose Mourinho masih kebingungan dalam menentukan starting XI terbaik Setan Merah.

 Datang di musim 2016, Mourinho semestinya sudah memiliki cukup waktu membangun tim dan mengembangkan potensi yang dimiliki United. Namun, hasilnya seakan sebaliknya. Atmosfer kurang kondusif justru menghampiri jelang awal musim ketika United menjalani tour pra-musim di AS. Kala itu Jose Mourinho justru memicu konflik dengan beberapa pemain dan bahkan dengan petinggi klub, Ed Woodward.
Meski perlahan Jose bisa memperbaiki suasan dan mulai mengurangi kontroversi statement di depan media, namun penampilan Setan Merah tak kunjung membaik. Kemenangan atas Juventus di ajang Liga Champions bisa dianggap sebagai sebuah kemenangan ‘besar’. Sayangnya, usai jeda internasional, United kembali stagnan ketika hanya bermain imbang 0-0 dengan Crystal Palace di Old Trafford. Tak pelak, suara sumbang para suporter semakin gregetan. MU kini turun ke posisi tujuh klasemen sementara EPL dengan raihan 21 poin dari 13 pertandingan.

Paul Ince lantas menilai United memang belum menemukan kerangka tim setidaknya pemain tetap di tiap lini. Wajar, mungkin hanya posisi penjaga gawang saja yang permanen dipegang kiper David De Gea. Deretan lini pertahanan pun kerap mengalami rotasi. Smalling jadi paling reguler. Kadang bertandem dengan Baily, namun belakangan Mou memilih Lindelof. Posisi full back pun demikian. Ashley Young mengisi pos kanan yang sebelumnya ditempati kapten Antonio Valencia.
Ince kemudian mempredksi bahwa Mourinho pasti nanti akan melakukan perubahan lagi dalam formasi pemainnya. Hal ini disebutnya terjadi karena menurutnya manajer asal Portugal itu masih belum bisa menemukan komposisi starting XI terbaiknya di MU.

“Ia mengubahnya karena ia tidak yakin apa starting XI terbaiknya. Ia telah mengubahnya berkali-kali,” cetusnya pada Match of the Day 2.

“Setelah tiga tahun, dan dana yang ia habiskan, ia masih tidak tahu. Sebagai seorang manajer, untuk mendapatkan kohesi dan konsistensi, Anda harus mengatakan ini adalah XI yang saya percayai, kecuali ada unsur cedera dan skorsing,” cetusnya.
“Jika mereka mulai melakukan itu, mereka mungkin mulai bisa tampil lebih baik,” cetusnya.

Paul Ince mengaku heran mengapa Jose Mourinho menempatkan Marouane Fellaini di lini serang sementara Alexis Sanchez tak ditempatkan di posisi yang semestinya di pertandingan kontra Crystal Palace.

Pergantian pemain inilah yang akhirnya dikritik oleh Ince. Ia heran mengapa Mourinho lebih memilih memainkan Fellaini di depan ketimbang Sanchez.

“Para penggemar mencemooh pada akhir pertandingan dan itu tidak seperti Manchester United. Kita sedang berbicara tentang United, tanpa mengurangi rasa hormat ke Palace, tetapi membawa Fellaini lebih dahulu ketimbang Sanchez, apa rencananya?” katanya pada Match of the Day 2.

“Ketika United tidak dapat mencetak gol, masukkan Fellaini, pakai strategi bola-bola panjang, Palace sudah siap untuk itu. Mereka mengandalkan keberuntungan,” cetusnya.

MU akan berhadapan melawan Young Boys di Liga Champions. Setelah itu MU akan bertarung melawan Southampton. Pertandingan ini akan dihelat di St Mary’s Stadium.